Tips Usaha Titip Jual Makanan


Cari usaha yang gak harus sewa tempat jualan, tapi tetap punya potensi penghasilan seperti yang diharapkan? Salah satu yang perlu dicoba adalah usaha titip jual makanan ke warung atau toko-toko.
Jadi, tugas kita adalah membuat produknya, misal : keripik singkong. Lalu kita titip di warung atau toko untuk mereka jualkan. Kita tidak meminta toko tersebut membelinya, kita hanya minta agar barang kita boleh diletakkan di warungnya agar dibeli pengunjung, lalu keuntungannya dibagi sesuai yang kita sepakati. 

Nah, berikut ini kami coba berikan beberapa tips, yang semoga bisa membantu usaha Anda bisa tetap berjalan, langgeng, lancar, bahkan meraup keuntungan yang besar nantinya. Sebenarnya banyak tipsnya, tapi kali ini kami sertakan 3 tips yang menurut kami paling penting.

1. Pastikan Kualitas Makanan yang Kita Jual
Kualitas dari segi rasa tentu hal utama, jadi sebelum produk kita jual, pastikan memang rasanya bisa diterima masyarakat. Bisa dengan cara memberi sample gratis ke teman-teman dulu. Dan minta penilaian jujur dari mereka. 

Jika sudah OK, maka pastikan saat di warung nanti, produk kita aman dan bisa terjaga kualitasnya. 
Misal, keripik singkong mau kita titip selama 7 hari. Maka pastikan selama 7 hari tersebut, keripik kita tetap terjaga kualitasnya. Sediakan wadah agar tidak masuk angin, atau pastikan kemasan plastik yang kita gunakan, sudah tertutup rapat sehingga tetap aman meskipun tidak disimpan di dalam wadah.

2. Tetapkan Target Jumlah Warung 
Kalau ingin hasil maksimal, ada hal lebih yang harus kita lakukan. Targetkan setidaknya 30 warung dalam sehari berhasil kita titipkan produk kita. Dan lakukan terus setiap hari ke warung lainnya selama 7 hari. Maka di hari ke 7, kita sudah menitipkan ke 210 warung. 

Dan di hari ke 8, kita kembali ke warung pertama untuk mengambil sisa barang serta uang penjualan jika ada terjual, sekaligus menitip makanan yang baru produksi. 

Kalau ini berjalan lancar, insya Allah keuangan akan bisa terus berputar stabil, dan kalau rejekinya, insya Allah akan mendapatkan hasil yang kita harapkan.

3. Pastikan Barang Titipan Kita Tidak Diambil Orang Lain
Nah, ini bagian penting juga. Jangan sampai setelah kita kerja keras menitipkan ke 210 warung. Lalu di hari ke 8, ternyata barang dan uang penjualan kita lebih dulu diambil orang lain yang mengaku-ngaku sebagai sales / kurir kita. Keuntungan yang kita harap, raib dibawa oleh penipu tersebut. Dan perputaran uang bisa mendadak terhenti.

Bagaimana cara mencegahnya?
Bisa aja saat kita titip, kita pesankan ke pemilik warung untuk tidak menyerahkan barang dan uang kita ke selain kita. Tapi, bisa jadi pemilik warung tidak begitu ingat wajah kita, atau saat barang kita diambil, penjaga tokonya bukan orang yang sama dengan ketika kita titip. 

Trus gimana donk?
Gunakan nota 2 rangkap. Saat titip, tulis transaksi kita di nota 2 rangkap. Sertakan tanggal dan juga cap stempel. Serahkan 1 lembar untuk toko, 1 lembar untuk kita. Nota ini lah yang akan jadi bukti saat pengambilan barang dan uang penjualan. Sehingga, jika ada orang yang mau mengambil tanpa nota, pastinya gak akan dikasih oleh pemilik toko. Jadi, produk kita bisa aman, hanya bisa diambil oleh orang yang bisa menunjukkan nota yang sama dengan nota yang ada di toko tersebut.

Sebisa mungkin, nota dan stempel dibuat khusus atas nama usaha kita. Sehingga semakin sulit untuk ditiru.

Begitulah tips sederhana yang bisa kami sajikan, semoga bisa bermanfaat. Jangan lupa share ke teman, keluarga, saudara yang punya usaha yang sama.


Okasha Printing


Share on Google Plus

About Percetakan Okasha

Sebuah wadah yang isinya kumpulan manusia yang hari-hari makanannya adalah pusing dan lelah, memikirkan ide-ide segar, dan juga memberikan hasil yang harus memuaskan pelanggan yang berkaitan dengan urusan desain grafis dan juga cetak-cetaknya.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment